Berasal dari kata BEDA. Memiliki makna berkumpulnya antara beda dengan beda.
Beda seringkali 'dikambinghitamkan' atas terjadinya perdebatan, kerusuhan bahkan peperangan.
Apa benar beda seburuk itu ?
Aku rasa nggak. Bukan kah salah satu tujuan penciptaan kita yang berbeda adalah untuk saling kenal-mengenal ? Iya, seperti yg tercermin dalam Q.S. Al-Hujurat ayat 13.
Kalo sama, buat apa kita saling mengenal ? Toh, diri yg satu dengan yang lain serupa kloning. Nggak bakal ada tuh cerita ta'aruf yang mendebarkan dada. Nggak bakal ada tuh kekaguman dan rasa ingin menjaga. Ah, pokoknya hidup dan kehidupan bakalan hambar, monoton.
Dalam Islam juga nggak ada 'penyeragaman' karakter. Contohnya, Umar bin Khattab, sebelum dan sesudah 'berhijrah', karakter beliau tetap sangar, tetap gahar dalam menjunjung prinsip yang diyakininya. Apakah Rasulullah Saw. melarang ? Nggak 'kan ? Yang menjadi titik kritis adalah tiap-tiap Muslim bebas mempertahankan karakter yang ada di dalam dirinya, sebagai pembeda, sebagai pengenal, selama tidak bertentangan dengan syari'at-Nya.
Well, kalo misalnya di antara kita ada yang berbeda (pendapat/ide, prinsip/nilai yang dianut dan beda-beda yang lain), diterima aja, biar jadi warna tersendiri dalam cerita kita.
Komentar
Posting Komentar